Sinopsis Personal Taste the Popular Drama on Korea 2k10
* Title: 개인의 취향 / Kaeinui Chwihyang
* Also known as: Personal Preference / Personal Taste
* Genre: Romance, comedy
* Episodes: TBA
* Broadcast network: MBC
* Broadcast period: 2010-Apr to TBA
* Director: Son Hyung Suk (손형석)
* Original writing: Noval “Personal Preference” by Lee Sae In (이새인)
* Screenwriter: Park Hye Kyung (박혜경)
Aktris and Aktor in Personal Taste :
* Lee Min Ho as Jeon Jin Ho
* Son Ye Jin as Park Kae In
* Kim Ji Suk as Han Chang Ryul
* Wang Ji Hye as Kim In Hee
* Ryu Seung Ryong as Choi Kwan Jang
* Im Seul Ong as Kim Tae Hoon
* Choi Eun Seo as Hye Mi
* Jo Eun Ji
* Jung Sung Hwa
* Ahn Suk Hwan
* Bong Tae Kyu
* Jang Won Young
sinopsis
Kriiiiing…..!!!!
Jam beker Park Kae in meraung-raung, Kae in melompat bangun dengan kikuk, ia sudah terlambat. Kae in, designer furniture dan sudah kerja lembur semalaman. Ia tertidur di lantai kamar kerjanya.
Kae in bersiap-siap ke kantor dengan mengenakan baju yang lumayan bagus tapi “dihancurkan” dengan jaket biru dan boot-nya.
Sebaliknya, di rumah Jeon Jin Ho.
Jin Ho tidur di kamar yang luas, bersih, rapi, teratur, chic, elegan dan ia menemukan seseorang tidur di sampingnya. Jin hosantai saja dan dengan ringan berkata pada gadis di sampingnya untuk berhenti berpura2.
Gadis itu, Na Hye Mi, bertanya bagaimana Jin ho bisa menolak gadis sexy seperti dirinya? Hye Mi setengah bercanda bertanya, apa mungkin kau lebih menyukai pria? Jin Ho membalasnya, “Bukankah kau tahu aku memang seperti itu?”
Ibu Jin ho memanggil dari luar, dan Jin ho langsung bereaksi dengan panggilan ibunya. Jin ho langsung mendorong Hye Mi ke balkon luar. Ibunya tanya dimana Hye Mi ? Jin Ho bergumam, bukankah dia masih di Kanada?
Kae In terlambat dan mobil Jin Ho tidak bisa keluar dari parkiran, jadi keduanya ada di jalan mencari taksi. Bahkan berebut taksi yang sama. Saat mereka berdebat siapa yang memanggil duluan, orang lain langsung masuk dan pergi dengan taksi itu. Keduanya akhirnya mengejar bis.
Di dalam bis, mereka berebut tempat duduk. Jin ho duduk di satu2nya bangku kosong di bis. Kae In berharap Jin Ho menunjukkan sedikit sikap gentle, menawarkan kursinya pada wanita, tapi Jin Ho tidak tergerak. Sembari duduk, Jin Ho melihat ke arah garis celana Kai In ^__^ Dan meskipun Jin ho melihatnya tanpa selera, Kae In memergoki Jin Ho melihat ke arah pantatnya dan ia berpikir Jin Ho genit.
Kae In membenarkan bajunya dan tiba2 bis mengerem mendadak, Kai In harus menahan badannya ke belakang, Jin ho yang ingin melindungi maket bangunan-nya, mau tidak mau menahan Kae In, hanya posisi tangan Jin Ho itu…tepat di pantat Kae In!
Jin Ho membela diri dengan berkata ia mau melindungi maketnya. Kesal karena merasa melindungi maket plastik lebih penting daripada bagian tubuhnya, Kae In berkeras agar sopir bis membawa mereka ke kanto polisi karena ia sudah dilecehkan.
Jin Ho dengan kepala dingin berkata bahwa Kae In mengganggu kepentingan umum, apakah pantatnya lebih penting daripada waktu semua orang dalam bis ini ?
Kesal, Kae In membalas dengan meremas pantat Jin Ho (woo…fans Min Ho berteriak…!!!) Shock, Jin Ho menjatuhkan maketnya, dan langsung hancur berantakan! Oops! Kae In tidak bermaksud sampai seperti itu, dan ia cepat2 turun dari bis. Kabur…!!!
Ternyata hari ini juga hari yang penting untuk Kae In, ia akan meluncurkan koleksi furniture-nya sendiri dalam sebuah expo. Dengan nama Kae-in Story. Furniture nya bertema happy single dan termasuk produk inovasi baru seperti membuat meja makan single sebagai meja makan, meja kerja, macam2 fungsi dalam satu meja. (boleh juga idenya, bgs buat rumah minimalis hehe..)
Kae in senang dengan rangkaian bunga ucapan selamat yang dikirim pacarnya Chang Ryul. Tapi Chang Ryul tidak datang di acara Kae in. Karyawan Kae In, Lee Won Ho, tidak senang dengan ketidak hadiran Chang ryul, apalagi saat tahu dia juga adapresentasi di gedung yang sama.
Ternyata itu presentasi yang sama yang juga disiapkan Jin Ho. Jin Ho sudah menyiapkan ini bersama partner-nya Noh Sang Jun, Jin ho dan Sang Jun harus memperbaiki maketnya dalam waktu yang singkat.
Mereka diinterupsi oleh kehadiran rival mereka, pacar Kai in, Han Chang Ryul. Chang Ryul hanya senyum sinis dan berkata mereka tidak perlu repot2 dengan maketnya karena ia akan memenangkannya. Mereka saling mengejek. Chang ryul mengejek perusahaan Jin ho yang masih baru, dan Jin ho mengejek Chang Ryul yang sukses karena orang lain yang mengerjakan pekerjaannya.
Chang ryul menyerahkan 2 undangan pernikahan pada Jin ho dan Sang Jun. Kata Chang Ryul, ia melakukannya untuk memberikan kesempatan keduanya merasakan makanan hotel yang mewah.
Dalam presentasi, chang ryul mewakili perusahaan Mirae Construction. Dia cukup lancar dan percaya diri, hanya..Chang ryul melakukan kesalahan yang membuktikan kata2 Jin ho bahwa Chang ryul tidak mengerjakan proyeknya sendiri. Ada banyak yang membantunya.
Jin Ho mewakili perusahaan-nya sendiri, M, dan mempresentasikan modelnya dengan hologram (wuih..teknologi Korea dah canggih ya..presentasi pake hologram..wah..harus di contoh nih..) Dan Jin ho menekankan pada harmoni, menggabungkan alam dengan orang2 dan kebudayaan.
Jin ho dan Kae In terlibat clash lagi,
Saat break presentasi, Jin ho Dan Sang Jun jalan ke sekitar hotel dan melihat expo furniture Kae-in story, Sang jun melihat2 furniture, dan ia berhenti di furniture karya Kae In, Sang jun berkata furniture multi fungsi benar2 jenius. Tapi Jin Ho mendengus dan berkata bahwa designer-nya adalah orang yang egois dan jelas tidak pernah masak untuk orang lain.
Orang yang tidak bisa berkomunikasi, dan histerikal. Kae in mendengarnya, sebenarnya ia tidak mau menemui Jin ho karenaingat kejadian di bis, tapi mendengar kata2 Jin ho, Kae in tidak tahan dan ia muncul, Ada beberapa orang di dunia ini yang tidak punya orang untuk menemani makan, apa kau tahu itu!
Para arsitek kembali ke ruang pertemuan untuk mendengarkan hasilnya. Semuanya tegang. Sang jun bahkan bedoa pada Tuhan agar bisa menang, dan mengancam akan pindah kepercayaan ke Budha jika mereka tidak dimenangkan (bwa..haha..yeah right.)
Mirae Cons (prsh Chang ryul) memenangkan penawaran. Seorang pria yang duduk didekan Jin ho, melihat kekecewaan di wajah Jin Ho. Pria itu adalah Choi Do Bin.
Kae In memberi selamat pada kesuksesan pacarnya. Kae in bahkan mengajak pacarnya kencan besok. Chang ryul dengan gugup dan pengecut, justru mencoba putus dengan Kae In. Chang ryul beralasan, ia sudah gagal sebagai pacar dan semua ini salahnya. Kae In justru membelanya dan menghibur Chang Ryul, menskipun Chang Ryul dulunya adalah playboy, sekarang tidak lagi, karena sekarang Chang ryul dengan Kae In.
Chang Ryul putus asa, makanya ia memaksakan diri berlutut dan akan mengeluarkan undangan nikahnya. Kae in salah paham, ia pikir Chang ryul akan melamarnya. Kae in gugup melihat Chang ryul meraih sesuatu di kantongnya, pasti cincin, iya kan ? Kae in berkata ini terlalu mendadak, ia perlu waktu untuk memikirkannya, apa chang ryul bisa memberinya waktu lagi?
Chang Ryul melihat ini jadi aneh dan ia berdiri dan akan protes, tapi justru Kae in mendorongnya kembali berlutut bwa…!
Tiba2, Jin Ho dengan wajah marah mendekati Chang Ryul dan merenggut bajunya, Jin Ho merasa Chang Ryul sudah main belakang sehingga presentasinya lolos. Jin Ho tanya apa ia atau ayahnya sudah mengacaukan lagi.
Ternyata mendiang ayah Jin Ho dulunya adalah presiden Mirae, tapi posisi itu sekarang ada di tangan ayah Chang Ryul. Jin Ho mendirikan perusahaan-nya sendiri.
Chang Ryul berjalan pergi meninggalkan Jin Ho. Kae In merasa Jin Ho sudah mengacaukan lamaran yang nyaris diterimanya.
Jin Ho dan Sang Jun sedang pusing, ada konstruksi yang sedang berjalan dan mereka cemas tidak selesai tepat waktu, karena mereka sudah menginvestasikan semua uang perusahaan untuk proyek ini (membayar pekerja dll) dan presentasi, sekarang mereka kehabisan uang.
Jin Ho menghela nafas dan berkata mereka ambil proyek museum saja. Sang Jun memperingatkannya, ini sudah diluar kemampuan mereka, tapi Jin Ho tetap teguj, ia akan menemui Direktur Choi, Direktur museum itu. Mereka tidak mengenalnya, tapi Sang Jun ingat, pernikahan Chang Ryul! Itu kesempatan bagus bukan saja untuk memperluas jaringan, tapi pengantinnya juga kurator museum. Pasti Choi datang.
Tiba2 Kim Tae Hoon masuk, dan bertanya mengapa Jin Ho berani sekali mengunci Hye Mi diluar, di balkon. (heh..lupa ya dimasukkan lagi ? hehe..)
Tae Hoon juga kerja di perusahaan Jin Ho, tapi tampaknya Jin Ho ingin Tae Hoon keluar. Jin Ho meyakinkan Tae Hoon dia hanya menganggap Hye Mi sebagai adik. Tae Hoon susah diyakinkan. Ia merasa Jin Ho pasti akan menikahi Hye Mi. Tae Hoon sangat cemburu dan ia mulai minum2.
Di rumah Kae In, Kae In berkumpul dengan teman2nya. Lee Young Sun (seorang photographer dan juga seorang ibu) dan Kim In Hee (yang akan menikah besok pagi). In Hee selama ini tinggal dg Kae In di rumahnya tapi sudah pindah karena persiapan menikah. Padahal ia hanya berkencan dengan calon suaminya selama sebulan.
In hee terlihat sedikit tidak tenang saat kedua temannya menyebut pengantin prianya yang misterius itu. Mereka tidak pernah melihatnya. Tapi ketika In Hee mendengar bahwa Chang Ryul hampir melamar Kae In, ia keluar untuk menelepon. In Hee kesal dengan Chang Ryul, seharusnya ia mengatakan yang sebenarnya pada Kae In.
Chang Ryul akhirnya memberanikan diri menemui Kae In. Kae In tentu saja salah mengira ini adalah kelanjutan dari lamaran Chang Ryul.
Chang Ryul mulai mengatakan semua hal negatif mengenai dirinya sendiri. Bahwa ia sudah sering menyakiti Kae in. Kae In senang mendengarnya, karena Chang ryul adalah pria pertama yang melihat seseorang spt dirinya, (yang tidak cantik dan biasa saja) sebagai wanita menarik. Chang Ryul semakin pusing.
Akhirnya, Chang Ryul langsung sampai pada poin-nya, “Kae In, aku mohon padamu…sekarang..dengan aku..” Kae In menunggu dengan menahan nafas, dan Chang Ryul melanjutkan, “…putus saja.”
Kae In tertegun, apa ia sudah melakukan kesalahan. Chang Ryul berkata ia tidak mencintai Kae In, dan Kae In seperti anak anjing yang selalu mengikutinya kemana-mana. “Aku kira aku merasa kasihan padamu.” Kau adalah gadis yang selalu mengacaukan segalanya dan tidak pernah dicintai sebelumnya, dan ia merasa kasihan pada Kae In.
Kae In benar2 terluka dan pergi dari meja tanpa berkata apapun. Chang Ryul memanggilnya, maka Kae In berhenti dan marah. Dengan gugup Chang Ryul menarik gelas airnya mendekat, agar tidak diambil Kae In. Tapi Kae In terlalu marah, dan berkata, “Aku minta maaf. Kau selama ini mencoba tidak melukaiku, tapi aku terlalu bodoh sehingga tidak menyadarinya.”
Jin Ho dan teman2nya masih minum2 di pojangmacha (aneh liat Lee Min Ho di warung hehe..aku msh kebawa dia sbg Jun Pyo). Tae Hoon menantang Jin Ho minum, Jika Jin Ho kalah, maka ia harus kencan dengan Hye mi.
Sang Jun tidak mengerti. Tae Hoon berkeras, jika Hye Mi bahagia, maka Tae Hoon juga. Itulah cinta. Jin Ho berkata, itu adalah cinta diantara kalian berdua, jangan libatkan aku. Tapi Jin Ho setuju minum, jika ia menang, maka Tae hoon harus keluar dari perusahaannya.
Kae In depresi, maka ia menelepon Won Ho (karyawannya) dan minum2. Kae In mabuk berat, dan ia marah pada dirinya sendiri karena begitu buta dan bodoh.
Won Ho mengambil kesempatan ini untuk menyatakan perasaannya pada KAe In. Kae In sama sekali tidak mendengar kata2 Won Ho, pertama karena ia berpikir Won Ho hanya menghiburnya, kedua , karena KAe In mabuk berat.
Won Ho membawa Kae In ke hotel. Jin Ho juga harus membawa Tae Hoon ke hotel dan menaikkan Tae Hoon ke tempat tidur. Jin Ho harus membuka jaket dan kemeja Tae Hoon karena Tae Hoon muntah dan mengotori bajunya sendiri.
Jin Ho pergi dan meninggalkan catatan di kaca (ingat Jan di jadinya hehe, ngebales ya..) “Selamat kau dipecat. Kau kencan saja!” (maksudnya dengan Hye Mi)
Sementara itu, Won Ho melihat ke arah Kae In yang terbaring, dan menunduk mencuri mencium Kae in. Kemudian, Won Ho terbawa emosinya dan mulai membuka celana Kae In, dan..Kae In mulai sadar dan dengan grogi tanya, “Apa yang kau lakukan?”
Won Ho berkata, “Aku mencintaimu!” dan melompat ke atas Kae In. Kae In merasa marah, ia percaya pada Won Ho dan sekarang beraninya Won Ho memanfaatkan keadaan. Kae In murka dan ia mengejar Won Ho ke seluruh kamar, menendang dan memukul Won Ho semampunya.
Kae In mengejar Won Ho keluar kamar, Won Ho tergelincir dan menabrak Jin Ho lalu lari. Kae In melihat Jin Ho, “Kau yang tidak bermoral itu.” Jin Ho juga mengenalinya, “Lamaran?” Jin Ho mengejek Kae In bahwa pengantin prianya sudah ganti.
Tapi tiba2 ada suara, “Hyung!” dan..Tae Hoon keluar kamar, masih sedikit mabuk tapi cukup sadar saat membaca pesan Jin Ho. Dengan nada aneh ia bertanya, “Apa kau serius dengan yang kau tulis di kaca? Kau tidak bisa melakukan ini!
Tae Hoon jatuh berlutut dan memohon, “Kak! Kumohon jangan lakukan ini! Kesalahanku hanyalah mencintai!” (well..well…well, siapapun yg melihatnya bisa salah paham hehehe..)
Kae In otomatis berpikir ini adalah pertengkaran pasangan gay, dan menegur Jin Ho benar2 kejam. Jin Ho menghela nafas, Kae In sudah salah paham, tapi ia tidak mau repot2 menjelaskannya. Jin Ho pergi. Tae Hoon menangis dan berkata, “Jangan pergi!”
Kae In merasa kasihan dengan Tae Hoon, ia berkata, “Mereka bilang bahwa orang yang lebih mencintai adalah yang lebih lemah.” Tae Hoon menarik Kae In dan memeluknya, ia menangis, “Noona! (kakak)!”
Kae In bertemu Jin Ho diluar dan ia minta maaf karena salah paham tadi pagi, maksud Kae In insiden di bis, sekarang Kae In mengerti Jin Ho adalah gay. Kae In menghela nafas, “Kau punya cinta yang sulit.”
Jin Ho berkata bahwa cinta Kae In lebih buruk. Jin Ho tanya apa rencana Kae In hari ini. Kae In berkata temannya akan menikah, Jin Ho menyadari Kae In masih belum tahu apa2, maka ia bercerita mengenai seorang “teman”-nya. Wanita ini tidak tahu bahwa pacarnya akan menikah dengan wanita lain, dan muncul di pesta pernikahan. Kae In tertawa dengan cerita Jin Ho. Siapa yang bisa begitu bodoh ?
Kae In tanya apa yang terjadi dengan wanita itu, dan Jin Ho menjawab, “Kau akan melihatnya.”
Chang Ryul mabuk dan ia ke rumah Kae In. Ia menyelipkan undangan di gerbang. Ia juga mengirim voice mail, “Orang yang akan menikah dengan In hee besok itu aku, Kae In. Aku benar2 minta maaf. Aku tahu ini keterlaluan tapi ini permintaan terakhirku, jangan datang di pernikahan besok. kumohon.”
Paginya, In Hee cemas, ia belum mendengar kabar apapun baik dari Kae In maupun Young Sun. In Hee yakin ia akan mendengar sesuatu jika mereka tahu yang sebenarnya. Chang Ryul janji, ia jelas, pasti sudah mengurus semuanya. Tapi agar lebih pasti, Chang Ryul memberikan foto Kae In pada sekretarisnya dan minta agar wanita ini tidak diperbolehkan masuk ke acara pernikahan.
Jin Ho dan Sang Jun berangkat ke pesta, mereka ada di lift. Sang Jun bermasalah dengan resleting celananya, ia pergi ke toilet dan kemejanya tersangkut dengan resleting, sehingga macet. Jin Ho membantunya, dan Sang Jun bercanda dengan berdiri dengan posisi yang meyakinkan dan pura2 mengerang, “Mmmm,aw, enak.”
Mereka kena batunya saat pintu lift terbuka dan tampaklah Young Sun dan putra kecilnya, berdiri dengan shock. Apalagi Sang Jun terus bercanda.
Mereka tidak menyadari bahwa percakapan mereka justru semakin meyakinkan Young Sun bahwa mereka gay, misalnya : Sang Jun tanya apa yang terjadi dengan Tae Hoon semalam. Jin Ho berkata, Jangan pernah tanya. Aku membawanya ke hotel, dan aku pikir aku akan mati. Sang Jun ketawa, dua orang pria di hotel, pasti menyenangkan.
Tentu saja maksud Sang Jun bukan seperti itu, tapi Young Sun sudah salah paham dan ia hanya bisa menutup telinga suci anak lakinya dengan shock! hahaha…
Young Sun sampai di lorong dan ia kaget sekali saat meliha foto sang pengantin. Young Sun murka. In Hee dan Chang Ryul? Young Sun menyerbu masuk ke dalam dan langsung menghadapi keduanya dengan air mata. Ia tanya In hee dengan sengit, “Apa kau melakukan Botox dengan otakmu?” In Hee punya banyak pacar, mengapa ia harus mencuri pacar Kae In ?
In Hee tampak tulus saat minta maaf karena melukai perasaan temannya. dan janji ia akan berbaikan dengan Kae In. Young Sun berkata dengan kasar, “Dengar ..Jika aku jadi kau, aku akan segera menghentikan pernikahan ini.”
Kae In tampaknya tidak melihat undangan pernikahan itu dan ia muncul di pesta, sama sekali tidak sadar. Young Sun melihatnya dan melakukan yang terbaik untuk menghalangi Kae In masuk, tapi ia gagal. Kae In mau masuk ke dalam secepatnya.
Young Sun mencoba menariknya tapi sesuatu menarik perhatian Kae In, pasangan pengantin yang bersiap jalan ke altar.
Kae In bingung dan ia hanya mengikuti pasangan itu jalan ke altar. Young Sun mencoba menariknya tapi Kae In tampak kosong pikirannya dan tidak sadar dengan sekelilingnya, hanya pasangan yang di altar.
Kae In berjalan mendekat pasangan itu, ia ada di belakang mereka. Matanya melihat ke arah Chang Ryul. Chang Ryul yang menyadari Kae In ada di belakangnya jadi shock. Lalu mata Kae In memandang ke arah pengantin wanita yang berusaha sebaik-baiknya untuk menyembunyikan wajahnya dan tidak mau berbalik.

Kae In membuka cadar pengantin wanita dan melihat ke wajah temannya..
Kae in shock. “Kapan ?” ia tanya pada In hee. Awalnya In Hee merasa bersalah tapi ia berkata, akulah yang akhirnya dipilih Chang Ryul dan aku memutuskan untuk menjalani pernikahan ini.
Chang Ryul masih merasa menyesal, tapi In Hee berkata, apa orang yang berkencan harus menikah? Young Sun tidak tahan lagi, ia berteriak, “Kim In Hee” lalu langsung menyerang In Hee. Petugas keamanan dan sekretaris Chang Ryul membawa mereka pergi. Jin Hoo dan Sang jun hanya bisa merasa kasihan pada Kae In. Kata Jin ho, ini fantastik..Han Chang ryul sedang membakar dua sisi lilin.
Kae In dan Young Sun (eh aku ingat ini yg jadi di 18 vs 29) dibawa ke ruang sound system dan tanpa mereka sadari anak young Sun mengutak-atik perangkat sound system. Tepat saat Kae In berkata..pria yang menikah hari ini adalah pacarku dan wanita nya adalah orang yang selama 10 th ini menjadi teman baikku. Young Sun langsung berkata, kau tidak sadar? kau benar2 bodoh! Dasar perempuan jalang, ia selalu merebut pacar orang, dan dari semua pria di dunia, mengapa memilih pacar teman baiknya?! Dan semua itu terekam… ke semua ruangan. Di gedung itu ada pasangan lain yang menikah. keduanya kaget sekali dan langsung keluar.
Kae in dan Young Sun menyadari apa yang dilakukan anaknya dan langsung keluar. Di luar, semua pasangan tegang dan marah2. Saat bertemu pasangan Chang ryul-In hee, Kae in hanya minta maaf telah merusak harinya dan ia mengucapkan selamat. Young Sun masih murka pada In hee. Young Sun sempat menampar In hee. Kae in dan Young Sun jalan pulang dan mereka berpisah, Kae in jalan sendirian.
Sementara itu Jin Ho mengejar Do Bin dan sengaja menabrak mobil Do Bin yang berada di parkiran untuk mendapatkan kontak. hihi…
In hee dan Chang Ryul bertengkar, Chang ryul terpengaruh kata2 Kae in yang ia dengar lewat intercom dan mereka bertengkar, In hee tidak mau pergi bersama Chang ryul dan pergi sendiri. Pernikahan batal. Ayah Chang Ryul marah dan memukulnya (hei ayah chang ryul yg jadi ayahnya Jandi hihi), ia berkata jangan panggil aku ayah jika kau tidak melakukan hal yang pantas sebagai anak!

Kae in ada di penyeberangan, saat lampu berubah hijau ia tidak jalan, dan baru mulai melangkah saat lampu akan menjadi merah kembali.

Di jalan, Jin Ho melihat Kae in jalan sendirian dengan pandangan kosong dan membuat kemacetan. Kae In tidak peduli ia terus jalan sambil menangis.

Jin ho dan Sang jun tiba di kantor. Sang jun mendapat info jika proyek itu tidak jadi menunjuk arsitek asing tapi proposal harus terbuka, Jin Ho senang, jika demikian mereka bisa bersaing dengan adil. Tae hoon menunggu mereka dan ingin mendapatkan pekerjaan-nya lagi. Ia bahkan berkata ia punya rahasia memenangkan tender museum, Jin ho tertarik, Tae hoon berkata, “Hyung apa kau pernah dengar rumah bernama Sang-go-jae?” (btw, aku suka rak segi 6 Jin Ho yg dipojok)

Di rumah Kae In (Sang Go Jae), ada rentenir mencari Won Ho. Ternyata, Won ho hutang pada rentenir itu dengan jaminan rumah. Sehingga Kae In setelah dari pernikahan Chang ryul harus menghadapi kenyataan bahwa ia berhutang 10 juta Won atau Rp 100 juta, kalau Kae In tidak bisa bayar, ia akan kehilangan rumahnya! Bahkan karena bunga sekarang total hutangnya 30 juta Won dan jatuh tempo 2 April 2010. Astaga….
Jin Ho mendengarkan Tae Hoon, menurut ayahnya, kepala perusahaan MS yang memiliki museum jatuh cinta dengan rumah tradisional Korea. Dia sudah meminta Prof Park untuk membuat design museum tapi ditolak, jika Jin Ho bisa mengintip ke dalam Sang Go Jae, maka ada kemungkinan kita bisa memenangkan tender museum.
Kae In duduk sendirian dan ia mendapat telp, ia pikir Lee Won ho, ternyata ayahnya. Kae in kaget, apalagi saat ayahnya tanya apa ada masalah? Kae In menjawab tidak ada. Kae In memastikan apa ayahnya benar akan pulang bulan Agustus dan setelah telp ditutup Kae in berkata, “Jika ayah pulang, mati aku.”

Kae in masuk ke kamar kosong In Hee dan ia menghela nafas. Kae In menelepon Young Sun. Young Sun datang dan mengira Kae in bersedih, hanya..saat Young Sun melihat lagi, ternyata Kae in makan nasi campur. Young Sun hanya bisa menasihati agar Kae In terus terang saja pada ayahnya. Hubungan Kae In dan ayahnya tidak begitu baik.
Young Sun hanya berkata, mengapa oh mengapa ayahmu harus mencintai ibumu seperti itu? Ayah Kae in masih bersedih atas kematian ibu Kae In.
Jin Ho mempelajari beberapa foto tentang Sang go Jae, dan Sang jun datang dengan informasi bahwa arsiteknya membangun rumah itu untuk isteri yang dipujanya, tapi isterinya meninggal, sejak itu ia hidup dan mengajar di luar negeri. Hanya putri tunggalnya yang tinggal di Sang Go Jae.
Sang jun berkata ini bagus, dengan pesona Jin ho, maka ia tidak akan kesulitan merayu gadis itu agar bisa masuk ke Sang go jae. Sang jun juga berkata ibu gadis itu terkenal sangat cantik, maka gadis itu juga pasti sangat cantik. Jin ho memutuskan akan mengunjungi Dan art gallery besok dan Sang jun boleh mengikuti gadis itu.

Kae in duduk memainkan kursi mainan kecil dan ia ingat saat di buaian ibunya, Kae in berkata, “Aku ingin ayah memberiku pengakuan, tapi akhirnya aku seperti ini lagi, tapi hari ini aku boleh menangis kan?” Ijinkan aku menangis hanya untuk hari ini saja lalu aku akan membuang semuanya dan bangkit lagi, bu..lagipula aku adalah putrimu yang pemberani Kae In. Kae In menangis, “Ibu…”

Paginya, Kae in berbicara dengan seseorang di telp, ternyata ia bicara dengan layanan hoki seperti Mama Loreng (yg tdk akan memberikan jawaban) dsb, Kae In akan mendapat penyelamat dari timur. Kae In, “Apakah pria?” Peramal, “Bukan pria.” Kae In, “Jadi wanita?” Peramal, “Bukan wanita.” Kae in pusing apalagi saat menyadari tagihannya. Kae in langsung menutup telp-nya.
Sang jun mengetuk pintu dan siap dengan bunga. Ia siap merayu si pemilik rumah agar bisa masuk. Kae in keluar dengan kondisi berantakan dan keduanya langsung shock dan saling mengenali. Sang Jun kaget karena, pertama lingkaran hitam di skitar mata Kae in dan kedua, ia sadar bahwa Kae in adalah wanita dari pesta pernikahan itu. Kae In langsung berkata bukan dan menutup pintu, tapi ia keluar lagi dan memastikan “Apakah kau datang dari timur?” Sang jun langsung menelepon Jin ho, “kita ada dalam masalah besar.”
Kae in mendapat telp dari toserba dan bertemu dengan manajernya yang bernama…Gu Jun Pyo! Furniture Kae in ditolak karena tidak sesuai dengan selera pasar.

Jin ho menemui Do Bin yang sedang bersama ayah Chang Ryul. Ayah Chang ryul pura2 ramah pada Jin ho sebagai putra mantan atasannya. Ayah Chang Ryul pura2 menegur Jin ho mengapa tidak pernah berkunjung ke rumah dan mengajak Jin ho makan siang bersama karena ia sudah seperti anaknya sendiri. Tapi Jin Ho menolak. Do bin berkata ia akan menunggu proposal Jin ho. Saat choi Do Bin berlalu, ayah Chang ryul berkata pada Jin Ho, bahwa anak muda dengan semangat itu bagus, hanya ia harus bisa membedakan antara semangat dan kebodohan.
Kae In dan young Sun kembali dari supermarket itu dengan truk penuh furniture Kae In. Kae in melihat Won Ho di depan rumah, dan Jin ho kebetulan juga di sekitar Sang go Jae.
Won Ho menyadari kedatangan Kae in dan lari. Kae in mengejar dan Jin Ho mengikuti mereka. Kae in tidak bisa lari dan terkilir. Ia minta Jin ho menangkapkan Won Ho untuknya. Akhirnya Won ho tertangkap dan Won ho mengaku bahwa ia menghabiskan semua uang pinjamannya dan tidak bisa menjelaskan pada Kae In. Kae In awalnya marah tapi justru merasa kasihan pada Won ho.
Mereka pergi ke restauran dan bahkan Kae in membelikan makan siang untuk Won ho. Kae In berkata ayahnya akan kembali lebih cepat dari yang ia kira, ia perlu uang sekarang dan Kae In berpikir mengenai menyewakan kamar In hee. Jin ho yang selama ini mengikuti mereka, menjadi tertarik.
Won ho berkata akan ke kamar kecil dan kabur. Kae in menunggu, lalu ia mencari Won ho, dan kaget saat menyadari Won ho kabur. Jin Ho mendekatinya dan berkata, “Apa kau ini idiot?”
Jin Ho menyadari kaki Kae in yang terkilir dan ia membawa Kae In ke RS, tidak menghiraukan protesnya dan bahkan membayar tagihan RS-nya. Kae in mencurigai motivasi Jin Ho, mengapa menjadi baik dan Jin Ho mencoba mengajar Kae in untuk berterima kasih. Jin Ho berkata daripada membayarnya, mengapa Kae In tidak mengijinkannya melihat rumah Kae In.
Jin Ho berkata ia mencari tempat tinggal baru dan kebetulan mendengar pembicaraan kalian. Kae In semakin curiga, pria dan wanita, tinggal seatap, kita tidak bisa melakukan itu. Kae in tidak mengijinkan Jin Ho melihat Sang go Jae.
Mereka sampai di rumah dan Jin ho masih mencoba meyakinkan Kae In, tapi tidak berhasil. Young Sun membuka pintu dan setelah melihat Jin ho, ia segera minta Jin Ho menunggu dan menarik Kae in. Young Sun membujuk Kae In untuk mengubah pikirannya. Mengapa Kae in harus menolaknya, Kae in butuh uang dan teman, dia punya uang dan butuh kamar.
Young Sun mengingatkan, bukankah Jin Ho itu gay? Kae In bertanya2, apa bisa berhasil. Kae in menjadi tertarik dengan ide serumah dengan pria gay, Jin ho bisa memasak, menjadi teman belanja, dan bahkan bisa facial bersama.
Akhirnya Kae In bersedia memberi kesempatan dan Young Sun mengundang Jin ho masuk. Jin Ho langsung jatuh hati pada rumah itu. Perpaduan serasi antara modern dan tradisional.
Jin Ho berkata pada Sang jun di kantor, ia akan tinggal serumah dengan Kae In. Sang Jun tidak percaya Jin ho berhasil. Sang jun berkata jika Kae in menyukainya, Jin Ho maju saja. Jin ho berkata itu tidak akan terjadi.
Sementara itu Young Sun dan Kae In masih mengagumi Jin Ho. Dan akhirnya, Kae in, Young Sun, Sang jun, dan Jin Ho bertemu di Sang go Jae untuk tanda tangan kontrak. Sang jun dan Young Sun-lah yang mengurus kontraknya sedang Jin ho dan Kae in tetap dingin saja. Setelah segel dibubuhkan, Jin ho minta Kae In menjaga kebersihan. Kae In menyetujuinya dan ia juga minta Jin ho menjaga batas2 di dlam rumah.
Sang jun berkata Jin Ho sudah seperti adiknya sendiri dan ia mengelus lutut Jin Ho. Gerakannya itu semakin meyakinkan kedua wanita itu bahwa mereka pasangan gay. Tapi baik sang Jun maupun Jin Ho tidak menyadarinya. Mereka langsung menuju kamar Jin ho untuk berbenah.
Jin Ho terluka kakinya dan Sang jun mau menolongnya, tapi ini yang di dengar Young Sun dan Kae in dari luar kamar, Sang Jun, “Buka celanamu…jangan khawatir, aku akan pelan2..oke, aku akan masuk..”
Young Sun merasa hubungan mereka mengagumkan tapi Kae in ingat pada Tae hoon dan ia menyangka Jin ho ganti2 pasangan.
In Hee kembali dari bulan madunya dan ia pindah ke tempat barunya, hanya saja Chang ryul sudah terlanjur di sana, karena diusir ayahnya. Mereka bertengkar dan akhirnya In hee pergi lagi. Jin ho berkeliling rumah Kae in dan masuk ke ruang kerja ayah Kae In, Jin ho mengintip beberapa lembar cetak biru. Sementara Jin Ho bicara di telp dengan ibunya, Kae In menyelinap ke dalam ruangan seperti hantu dan mengejutkan Jin Ho.
Kae In membawa gergaji besar di tangannya, Kae In mengingatkan semua pelanggaran akan dikenakan hukuman dan membuat Jin ho menjerit ketakutan dan lari.
Ternyata In Hee kembali ke Sang go Jae! Kae In kaget, In hee ingin kamarnya kembali, Kae in sudah merusak pernikahannya, In hee tidak benar2 bersama pacar Kae in, maka yang lalu biarlah berlalu.
Kae in tidak percaya In hee berani datang ke Sang Go jae, mereka lalu berkelahi, Jin Ho jadi keluar kamar dan mengeluhkan keributan ini.
In hee tidak percaya Kae In menyewakan kamarnya pada pria lagi. In Hee bahkan dengan tanpa malu menasihati Kae in bagaimana seharusnya Kae in hidup.

Kae in membalas, In Hee pasti tertarik pada teman barunya karena In hee ingin mencuri pria darinya, dan In Hee berkata bahwa ia bisa mendapatkan pria mana saja, tidak ada pria yang menolaknya.
Kae in yakin sekali kali ini ia bisa membuat In hee diam, Kae in berkata kau bisa mencoba ribuan tahun untuk menggoda Jin Ho. Itu tidak akan berhasil. Karena dia Gay!
































